Ckess Ckess Bleb!

“Ckess… Ckess… Bleb!” Ini ceritanya sound effect pas nyalain korek api ya, haha. Bisa juga ngga perlu 2 kali, sekali aja jadi: “Ckess… Bleb!” Tapi kalo lagi ngadat korek apinya, bisa jadi ckess berkali-kali ngga bleb-bleb. Haha…. Kenapa ya kaya gitu? Itulah kenapa di episode tulisan ini kita bakal bahas sedikit tentang apa yang sebenernya terjadi di balik suara “ckess” itu.

Waktu kita nyekess-in korek, sebenernya banyak banget peristiwa yang terjadi di waktu yang sangat singkat itu. Mari kita langsung simak aja videonya (cuma 2 menit):

Original Video by Reactions on YouTube

SlowMo-nya keren kan ya sobat-sobat. Ternyata itulah reaksi-reaksi kimia dibalik bunyi “ckess” itu. Jadi ternyata kepala korek api itu terdiri dari beberapa bahan:

  1. Antimon Trisulfida sebagai bahan bakar
  2. Potassium Klorat yang membantu bahan bakar itu terbakar
  3. Amonium Fosfat yang berfungsi mencegah asap yang berlebihan ketika api sudah mati
  4. Lilin Parafin yang berfungsi membantu api bergerak ke bawah kayu korek
  5. Zat perekat yang berfungsi mengikat semua bahan di atas menjadi satu kesatuan
  6. Pewarna, supaya korek api keliatan menarik

Beda lagi sama permukaan gesek yang ada di kotak korek api, yang terdiri dari:

  1. Bubuk kaca untuk menghasilkan gesekan (friksi)
  2. Fosfor Merah untuk menyalakan api

Jadi pas kita nyekess-in kepala korek api ke permukaan gesek di kotak korek, terjadi friksi dengan si bubuk kaca yang menghasilkan panas. Panas ini bakal mengubah Fosfor Merah menjadi Fosfor Putih. Fosfor putih ini gampang banget menguap, jadinya langsung bereaksi sama oksigen yang ada di udara, sehingga kebakar.

Panas tambahan dari kebakarnya si Fosfor Putih ini bakal menyalakan Potassium Klorat. Terjadilah bleb! Alias nyala api yang kita liat. Potassium Klorat ini termasuk zat peng-oksidasi, jadinya dia bakal menghasilkan oksigen tambahan oksigen yang ngebantu bahan bakar utama (Antimon Trisulfida) supaya terbakar. Oksigen ini jadinya bergabung dengan Antimon Trisulfida untuk menghasilkan nyala api yang tahan lama. Karena seluruh bagian korek dilapisin sama lilin Parafin, jadi ngebantu api supaya ngerambat ke bawah batang korek.

Seiring si Antimon ini ter-oksidasi, terbentuklah Sulfur Oksida yang menghasilkan bau kebakar. Sedangkan asap yang kita liat, sebenernya adalah partikel-partikel kecil yang ngga kebakar. Terbentuk karena pembakaran yang ngga sempurna. Secara individu satu-satu, bakal susah banget diliat, tapi kalo bergabung dalam jumlah yang banyak, bakal keliatan sebagai asap. Di situ juga ada sebagian uap air yang kebentuk.

Nah, itu semua kejadian dalam waktu cuma sepersepuluh detik aja sobat-sobat, hoho… Warbiasak yak. Kecil, tapi gokil!


Cover image by Wilfried Pohnke from Pixabay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: